Insiden Dugaan Arogansi Dan Intimidasi Kadis DLH Kota Tangerang Terhadap Wartawan Saat Konfirmasi




Rabu, 29-07-2026

Sinarsenjanews -KOTA TANGERANG – Senin, 27 Juli 2026. Sikap Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang menuai sorotan tajam setelah diduga bersikap arogan dan melakukan intimidasi terhadap awak media yang tengah menjalankan tugas jurnalistik.

Insiden tersebut bermula ketika empat orang wartawan mendatangi kantor DLH Kota Tangerang untuk meminta klarifikasi dan konfirmasi terkait proyek pembangunan pengolahan sampah di lokasi eks tanah Edi yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp34.000.000.000,-.

Alih-alih memberikan penjelasan yang transparan sebagai seorang pejabat publik, Kepala Dinas DLH Kota Tangerang justru menunjukkan gestur serta respons yang diduga dinilai arogan.

Dugaan peristiwa ketegangan tersebut disaksikan secara langsung oleh tujuh orang di lokasi kejadian, yang terdiri dari empat petugas satuan pengamanan (satpam) dan tiga pegawai internal DLH Kota Tangerang.

Salah satu wartawan yang berada di lokasi, Budi, mengungkapkan bahwa Kepala Dinas DLH secara terbuka diduga melontarkan kalimat bernada intimidasi dan ancaman langsung.

"Ngapain lhu vidioin gw, gw tuntut lo! Kalau ada foto gw, tuntut lho!" ujar Kepala Dinas DLH kepada para jurnalis dengan nada tinggi.

Tindakan dugaan intimidasi serta ancaman hukum yang dilontarkan oleh pejabat publik tersebut dinilai mencederai prinsip dasar kebebasan pers di ruang publik.

Padahal, kegiatan konfirmasi yang dilakukan oleh Budi bersama rekan-rekan media merupakan bagian dari kerja jurnalistik sah yang dilindungi sepenuhnya oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Sejumlah pihak sangat menyayangkan sikap tertutup tersebut dan menegaskan bahwa transparansi informasi publik merupakan kewajiban mutlak bagi setiap penyelenggara negara dalam melayani masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang tetap diberikan ruang seluas-luasnya untuk menyampaikan hak jawab, tanggapan, maupun klarifikasi resmi agar pemberitaan tetap berimbang.( Red/ Team)

Dikutip dari Media Online Alap- Alap News( Bob Falah )

Lebih baru Lebih lama