Diduga Dikerjakan Asal Jdi Proyek P3 - TGAI Plosojenar Pati Jawa Tengah


Selasa ,04-08-2026

Sinarsenjanews -Pati  ,Jawatengah  – Pembangunan sarana irigasi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa Plosojenar, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menuai sorotan dari masyarakat. Proyek yang dikerjakan oleh Kelompok P3A Berkah Tani Plosojenar itu diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis serta tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Kementerian Pekerjaan Umum, dengan nilai anggaran Rp195.000.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2026. Masa pelaksanaan tercatat selama 90 hari kalender, mulai 18 Juni hingga 15 September 2026.

Namun, hasil pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah dugaan penyimpangan teknis yang menjadi perhatian warga. Di antaranya, adukan semen pada pasangan batu, plesteran, dan siar diduga sangat rapuh. Saat disentuh maupun dicongkel secara perlahan, sebagian adukan tampak mudah rontok dan berdebu.

$elain itu, warga juga menemukan adanya rongga pada pasangan batu yang diduga tidak terisi mortar secara merata, sehingga meninggalkan celah-celah cukup besar di dalam konstruksi. Material pasir yang digunakan pun disebut-sebut bercampur tanah atau lumpur, yang dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas serta daya rekat bangunan.

«"Kualitas pengerjaannya sangat memprihatinkan. Plesteran mudah rontok hanya dengan diraba jari, sementara pasangan batunya banyak yang berongga tanpa spesi adukan. Jika dibiarkan, bangunan irigasi senilai ratusan juta rupiah ini dikhawatirkan tidak akan bertahan lama dan justru merugikan para petani," ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.»

Masyarakat meminta BBWS Pemali-Juana selaku penanggung jawab program, konsultan pendamping, serta instansi pengawas terkait segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan. Warga berharap apabila ditemukan ketidaksesuaian dengan spesifikasi teknis maupun RAB, pekerjaan tersebut diperbaiki sesuai ketentuan agar dana APBN benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian.

Kades: "Silakan Up Berita, Saya Tidak Takut"

Saat dikonfirmasi awak media terkait berbagai temuan tersebut, Kepala Desa Plosojenar memberikan tanggapan singkat. Menurut keterangan yang disampaikan kepada wartawan, kepala desa mempersilakan media memberitakan persoalan tersebut.

"Silakan saja di-up beritanya. Saya tidak takut diberitakan," ujar Kepala Desa Plosojenar saat dikonfirmasi awak media.»

Pernyataan tersebut dinilai sebagian warga sebagai bentuk tantangan terhadap fungsi kontrol sosial yang dijalankan pers. Meski demikian, hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan lebih lanjut dari Kepala Desa mengenai substansi dugaan ketidaksesuaian kualitas pekerjaan maupun langkah yang akan ditempuh untuk menindaklanjuti temuan tersebut.

KabarPublik.net tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah serta membuka ruang hak jawab dan hak koreksi kepada seluruh pihak terkait, termasuk Pemerintah Desa Plosojenar, pengurus P3A Berkah Tani Plosojenar, BBWS Pemali-Juana, maupun konsultan pendamping, apabila ingin memberikan klarifikasi atau penjelasan lebih lanjut atas RX ini.( Red/ Team )


Sumber  berita dari Kabarpublik.Net ( Eko )

Lebih baru Lebih lama