Rabu , 17-06-2026
Sinarsenjanews - Kabupaten Tangerang, Diduga Ketua KPS ( Kelompok Pelaksana Swakelola / Kecamatan Kresek Kabupaten Tangerang Banten , yang sedang melaksanakan Kegiatan Program dari Dinas Perkim Kabupaten Tangerang ( Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman ) terkait kegiatan "Bedah Rumah " , dari Rumah Tidak Layak Huni ( RTLH ) menjadi Rumah Lakyat Huni , Bungkam .
Pasalnya Pada saat kami awakmedia mencoba untuk menghubungi terkait kegiatan tersebut lewat pesan WhatsApp diduga tidak aktif , padahal kami membutuhkan Informasi kegiatan tersebut sebagai rujukan barometer Informasi Publik , karena dimana program tersebut kemungkinan menyerap anggaran yang bersumber dari APBD 2026 .
Akhirnya kami coba menghubungi Pihak Kecamatan Kresek lewat pesan WhatshaAp terkait program kegiatan tersebut , akan tetapi diduga tidak ada respon ..
Kamipun mencoba menghubungi salah satu Pihak Desa , dari dua desa di wilayah Kecamatan Kresek yang menerima program Kegiatan Bedah Rumah / RTLH yang di kelola oleh Ketua KPS / Kelompok Pelaksana Swakelola - red ) dari Dinas Perkim , untuk salah satu desa tersebut , menyampaikan lewat pesan WhatsAppnya bahwa desanya menerima Kegiatan tersebut , 12 rumah
" 12 Rumah ." Jawabnya dengan bijak ( Dan untuk pihak satu desa lagi , bagi penerima kegiatan program tersebut ,kami tidak bisa menghubungi karena diduga tidak ada akses untuk menghubungi pihak desa tersebut -Red * )
Akhir kami pun mencoba menghubungi salah satu Pihak Perkim Kabupaten Tangerang sebagai rujukan informasi , terkait Keterbukaan Informasi Publik,lewat Pesan WhatsApp , dengan penuh edukasi dan dedikasi beliau mengatakan bahwa di wilayah Kecamatan Kresek ada 31 unit rumah dan dua desa penerima program kegiatan tersebut .
" Sebanyak 31 unit rumah dan dua Desa , Yaitu desa rangca ilat dan Pasir Ampo serta untuk kegiatan pelaksanaan bedah rumah tersebut untuk satu unit menyerap Anggaran Rp.40.000.000,- ." Jawabnya penuh dengan dedikasi dan edukasi yang terintergritas .
Hingga berita ini terbit , Pihak Ketua KPS dan Kecamatan Kresek diduga belum ada tanggapan, kami membuka ruang klarifikasi kepada pihak - pihak terkait dari pemberitaan ini .
Red
