Polisi Tangkap Yang Diduga Penjual Tramandol , Diduga Berada Di Wilayah Batu Ceper


Kamis ,18-06-2026

Sinarsenjanews -TANGERANG – Upaya pemberantasan dugaan peredaran obat keras tanpa izin terus dilakukan jajaran Polres Metro Tangerang Kota. Kali ini, Unit Reskrim Polsek Batuceper berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran obat daftar G jenis Tramadol dalam kegiatan razia stasioner yang digelar pada Minggu (14/6/2026) dini hari.

Pengungkapan kasus dugaan  tersebut berawal saat personel Polsek Batuceper yang dipimpin Kapolsek Batuceper Kompol Gunawan melaksanakan razia stasioner dalam rangka antisipasi dugaan  gangguan kamtibmas dan dugaan  tindak pidana lainnya di Jalan Garuda, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang.

Dalam kegiatan tersebut, petugas mencurigai diduga  seorang pengendara sepeda motor . Saat dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan, petugas ,diduga menemukan delapan butir obat keras jenis Tramadol yang dibawa oleh seorang pemuda berinisial " M "(19).

Kepada petugas, pemuda tersebut diduga mengaku membeli obat tersebut seharga Rp40 ribu dari seorang yang diduga penjual berinisial F.U. yang diduga berada di kawasan Kebon Besar, Batuceper.

Berbekal keterangan tersebut, Tim Opsnal Polsek Batuceper langsung melakukan pengembangan ke lokasi yang dimaksud. Setibanya yang diduga sebuah salah satu  warung yang diduga berada di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Kebon Besar, petugas menemukan terduga penjual dan melakukan penggeledahan.

Dari tangan terduga pelaku, polisi berhasil mengamankan diduga 145 butir Tramadol, satu unit telepon genggam , serta uang tunai sebesar Rp265 ribu yang diduga merupakan hasil penjualan obat keras tersebut.

Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Pol. Dr. Raden Muhammad Jauhari, S.H., S.I.K., M.Si., mengapresiasi respons cepat personel Polsek Batuceper dalam mengungkap dugaan peredaran obat keras yang diduga  berpotensi membahayakan generasi muda.

"Peredaran obat keras tanpa izin merupakan salah satu bentuk kejahatan yang harus ditindak tegas karena dapat merusak kesehatan masyarakat, khususnya kalangan remaja. Kami akan terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran obat-obatan ilegal di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota," tegas Jauhari.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membeli maupun diduga mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dan pengawasan tenaga medis.

"Kami mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya praktik penjualan obat keras ilegal di lingkungannya. Kerja sama masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan dan kesehatan bersama," tambahnya.

Saat ini kedua orang yang diduga  diamankan beserta dugaan barang bukti telah dibawa ke Polsek Batuceper guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 435 subsider Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan terkait produksi dan peredaran sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar serta praktik kefarmasian tanpa kewenangan.




Red

Lebih baru Lebih lama